Minggu, 17 Januari 2016

Bab 8 Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat



Makalah: PERTENTANGAN SOSIAL DAN
INTEGRASI MASYARAKAT
ILMU SOSIAL DASAR
Dosen: JUNAEDI ABDILLAH

              




OLEH:
Risma Permatasari
17115744

Fakultas Sistem Informasi
Universitas Gundarma
2015





KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat". Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Sistem Informasi.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.



BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang

Setiap tingkah laku individu satu dengan individu lain pasti berbeda. Individu bertingkah laku karena ada dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Tapi apabila gagal dalam memenuhi kepentingannya akan banyak menimbulkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Dan suatu hal yang saling berkaitan, apabila seorang individu mempunyai prasangka dan akan cenderung membuat sikap untuk membeda-bedakan. Maka akan terjadi sikap bahwa kebudayaan dirinya lebih baik daripada kebudayaan orang lain, sehingga timbullah konflik yaitu berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Di dalam kelompok masyarakat Indonesia, konflik dapat disebabkan karena faktor harga diri dan kebanggaan kelompok terusik, adanya perbedaan pendirian atau sikap, perbedaan kebudayaan, benturan kepentingan (politik, ekonomi, kekuasaan). Adat kebiasaan dan tradisi yang hidup dalam masyarakat merupakan tali pengikat kesatuan perilaku di dalam masyarakat. Suatu kelompok yang ada dalam keadaan konflik yang berlangsung lama biasanya mengalami disintegrasi. Dan untuk menyelesaikan semua itu melalui integrasi masyarakat. Integrasi dapat berlangsung cepat atau lambat karena dipengaruhi oleh faktor homogenitas kelompok, besar kecilnya kelompok, mobilitas geografis, dan efektifitas komunikasi.

1.2     Rumusan Masalah

Mengulas tentang Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
1.      Perbedaan Kepentingan
2.      Pengertian Diskriminasi
3.      Pengertian Ethosentris
4.      Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat
5.      Golongan-golongan yang berbeda dan Integrasi Sosial
6.      Integrasi Nasional


1.4          TUJUAN PERMASALAHAN

1.      Agar dapat mengetahui Perbedaan Kepentingan
2.      Agar dapat mengetahui Pengertian Diskriminasi dan Ethosentris
3.      Agar dapat mengetahui Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat
4.      Agar dapat mengetahui Golongan-golongan yang berbeda dan Integrasi Sosial
5.      Agar dapat mengetahui Integrasi Nasional
6.      Makalah ini ditulis untuk memenuhi  salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah dan tugas Ilmu Sosial Dasar


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Perbedaan Kepentingan

       Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku dari individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini bersifat esensial bagi kelangsungan kehidupan individu itu sendiri. Jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila gagal akan menimbulkan masalah bagi diri senidiri maupun bagi lingkungannya. Individu yang berpegang pada prinsipnya saat bertingkah laku, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu tersebut dalam masyarakat merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena itu, individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohaninya.

Dengan itu, maka akan muncul perbedaan kepentingan pada setiap individu, seperti:
  •       Memperoleh kasih sayang
  •       Memperoleh harga diri
  •       Memperoleh penghargaan yang sama
  •       Memperoleh prestasi dan posisi
  •       Dibutuhkan orang lain
  •       Memperoleh kedudukan di daam kelompoknya
  •       Memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
  •       Memperoleh kemerdekaan diri
2.      Pengertian Diskriminasi

Diskriminasi berasal dari kata latian prejudicium, yang pengertiannya sekarang mengalami perkembangan sebagia berikut :
  1. Semula diartikan sebagai suatu presenden, artinya keputusan diambil atas dasar pengalaman yang lalu.
  2. Dalam bahas Inggris mengandung arti pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yagn cermat, tergesa-gesa atau tidak matang.
  3. Untuk mengatakan prasangka dipersyaratkan pelibatan unsur-unsur emosilan (suka atau tidak suka) dalam keputusan yang telah diambil tersebut.
Dalam konteks rasial, prasangka diartikan:”suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi ”. Dalam hal ini terkandung suatu ketidakadilan dalam arti sikap yang diambilkan dari beberapa pengalaman dan yang didengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari anggota seluruh kelompok etnis.

Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :
  1. Berlatar belakang sejarah
  2. Dilatar-belakangi  oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
  3. Bersumber dari faktor kepribadian
  4. Berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminasi :
  1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi
  2. Perluasan kesempatan belajar
  3. Sikap terbuka dan sikap lapang
3.      Pengertian Ethosentrisme Ethosentrisme

Yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

4.      Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat

Konflik (pertentangan) cenderung menimbulkan respon-respon yang bernada ketakutan atau kebencian. Konflik dapat memberikan aibat yang merusak terhadap diri seseorang, anggota kelompok. Konflik dapat mengakibatkan kekuatan yang konstuktif dalam hubugan kelompok 
Ada 3 elemen dasar yang merupakan ciri-ciri dari situasi konflik
  1. Terdapat 2 atau lebih unit-unit atau bagian-bagian yang terlihat konflik
  2. Unit tersebut mempunyai perbedaan yang tajam (kebutuhan, tujuan, masalah, nilai, sikapdan gagasan).
  3. Terdapat interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut. Terjadinya konflik bisa pada di dalam diri seseorang, di dalam kelompok dan di dalam masyarakat.
Cara-cara pemecahan konflik:


1.   Elimination Yaitu pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat di dalam konflik, diungkapkan dengan “kami mengalah”, “kami keluar”, “kami membentuk kelompok sendiri”.
2.    Subjugation / Domination Yatu orang / pihak yang mepunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang / pihak lain untuk menaatinya.
3.    Majority Rule Yaitu suara terbanyak yang ditentukan dengan votig, akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4.   Minority Consent Yaitu kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.
5.  Compromise Yaitu semua sub kelompok yang terlibat di dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah.
6.   Integration Yaitu pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.


5.      Golongan-golongan yang berbeda dan Integrasi Sosial

Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi masyarakat dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupakan tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.

Bentuk Integrasi sosial
 
1.      Asimilasi yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
2.      Alkulturasi yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

Faktor-Faktor terjadinya masalah sosial
 
1.      Faktor Internal
Faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, karena biasanya timbul dari suatu perasaan yang dialami oleh seorang individu itu sendiri.
·         Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
·         Tuntutan kebutuhan
·         Jiwa dan semangat gotong royong

2.      Faktor External
Faktor yang berasal dari lua diri individu itu sendiri, karena biasanya timbul dari suatu maslah yang dialami oleh seorang individu itu sendiri di dalam lingkungan sosialnya.
·         Tuntutan perkembangan zaman
·         Persamaan kebudayaan
·         Terbukanya kesempatan beradaptasi dalam kehidupan bersama
·         Persamaan visi, misi dan tujuan
·         Sikap toleransi
·         Adanya konsensus nilai
·         Adanya tantangan dari luar

Syarat berhasilnya Integrasi Sosial
1.  Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, maka pada diri msing-masing harus mengendalikan perbedaan / konflik yang ada pada suatu keuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2.      Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya.


6.      Integrasi Nasional

Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah (Mahfud MD, 1993: 71).
  • Integrasi tidak sama dengan pembauran atau asimilasi.
  • Integrasi diartikan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial.
  • Pembauran dapat berarti asimilasi dan amalganasi.
  • Integrasi kebudayaan berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur kebudayaan (cultural traits) mereka, yang berbeda atau bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras (harmonis).
·         Melalui difusi (penyebaran), di mana-mana unsur kebudayaan baru diserap ke dalam suatu kebudayaan yang berada dalam keadaan konflik dengan unsur kebudayaan tradisional tertentu.


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Di setiap masyarakat pasti muncul pertentangan-pertentangan atau permasalahan-permasalahan, di antaranya:
1.  Perbedaan Kepentingan: ada 2 kepentingan dalam diri individu, yakni kepentingan biologis dan kepentingan sosial/psikologis.
2.  Perbedaan Kepentingan: ada 2 kepentingan dalam diri individu, yakni kepentingan biologis dan kepentingan sosial/psikologis.
3.   Prasangka dan Diskriminatif: prasangka yang menunjukkan aspek sikap sedangkan diskriminatif pada tindakan.
4.      Ethnosentrisme dan Stereotype

  • ·         Ethnosentrisme :  kebudayaan dirinya lebih unggul dari kebudayaan lainnya.
  • ·         Stereotype         :  gambaran dan anggapan jelek.
5.      Konflik dalam kelompok: Suatu tingkah laku yang dibedakan emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya.

Cara pengendalian dari permasalahan-permasalahan di atas, yaitu melalui integrasi masyarakat dan nasional, yang mengandung pengertian:

1.  Integrasi Masyarakat: adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat.
2. Integrasi Nasional: organisasi-organisasi formal melalui mana masyarakat menjalankan keputusan-keputusan yang berwenang.

B.  SARAN

Demikianlah tugas penyusunan makalah ini saya persembahkan. Harapan saya dengan adanya tulisan ini bisa menjadikan kita untuk lebih menyadari bahwa agama Islam memiliki khazanah keilmuan yang sangat dalam untuk mengembangkan potensi yang ada di alam ini dan merupakan langkah awal untuk membuka cakrawala keilmuan kita, agar kita menjadi seorang muslim yang bijak sekaligus intelek. Serta dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Para Dosen yang telah membimbing saya dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, saya mohon maaf.


DAFTAR PUSTAKA

https://dyahtrimccartney.wordpress.com/2015/01/03/bab-8-pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat/


http://shintarahayu02.blogspot.co.id/2015/01/bab8-pertentangan-sosial-dan-integrasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar